Berita Desa
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Kompos Dalam Mengurangi Sampah Organik di desa Rejoso Lor

Sosialisasi Pembuatan Pupuk Kompos Dalam Mengurangi Sampah Organik di desa Rejoso Lor

Mahasiswa KKNT kelompok 11 Universitas Merdeka Pasuruan mensosialisasikan pembuatan pupuk organik (kompos) yang memanfaatkan sampah organik di Desa Rejosolor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini dilaksanakan di balai desa Rejosolor.(11/07/2023)

Dilihat dari letak dan kondisinya desa Rejoso Lor sebagian besar di kelilingi areal persawahan, tegalan serta keadaan tanahnya sangat cocok /subur untuk ditanami padi, jagung, kedelai, palawija dan sayur-sayuran, di sisi lain wilayah Desa Rejoso Lor merupakan daerah yang banyak di lintasi saluran air baik primer, sekunder maupun tersier sebagai sumber pengairan teknis bagi petani, yang hampir semua areal pertanian bisa diairi, di tunjang dengan iklim yang bersahabat serta mudahnya mencari bibit untuk bercocok tanam. Dalam kegiatan pertanian, tentunya pupuk sangat dibutuhkan sebagai sumber zat hara untuk memperbaiki struktur tanah serta mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.

Dilatarbelakangi hal tersebut,Adapun tujuan digelarnya kegiatan ini dalam rangka mendorong masyrakat desa setempat agar dapat mangolah sampah organik dan limbah rumah tangga agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.

Sosialisasi melibatkan para anggota ibu PKK dan mahasiswa KKN. Acara turut dihadiri oleh ibu kepala desa Rejosolor, sekretaris desa Rejosolor dan narasumber dari tim LPTP.

Kegiatan sosialisasi ini meliputi pemberian materi dari tim LPTP tentang pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan larutan EM4 baik alat, bahan baku, takaran, tatacara pembuatan maupun perawatan komposnya. Selain itu, tim LPTP beserta mahasiswa turut memandu ibu PKK dalam proses pembuatan pupuk kompos.

Menurut ibu kepala desa Rejoso Lor selaku ketua ibu PKK desa Rejosolor(11/07/2023) mengatakan, “Kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, yang mana ibu rumah tangga dapat mengurangi jumlah limbah organik yang dihasilkan di rumah. Sisa-sisa makanan, sayuran, daun, dan bahan organik lainnya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk alami daripada dibuang ke tempat pembuangan sampah.”

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat mengolah sampah organik hasil rumah tangga menjadi pupuk organik sehingga dapat membantu mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dan menghindari pencemaran lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *